Tradisi Sambut HUT RI di Banjarmasin, Lomba Dayung Perahu Naga

Tradisi Sambut HUT RI di Banjarmasin, Lomba Dayung Perahu Naga

Tahun ini Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun ke-76. Beragam acara biasanya digelar untuk menyambut momentum 17 Agustus atau HUT RI, mulai dari upacara, lomba hingga tradisi lainnya.

Perayaan tahun ini mungkin tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena masih masa pandemi. Tapi tak ada salahnya menengok tradisi yang biasanya dilakukan masyarakat menyambut acara 17-an. Salah satunya Lomba Dayung Perahu Naga di Banjarmasin, menurut Indonesia Travel.

Tradisi itu telah dilakukan oleh warga lokal sejak 1924. Dan sekarang ini selalu digelar dalam rangka menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia.

Awalnya acara ini diperuntukan untuk warga lokal guna melestarikan jukung yang menjadi alat transportasi bagi warga Banjarmasin dulu, menurut Antara Jukung merupakan sebutan untuk sebuah perahu tradisional asal Kalimantan yang terbuat dari kayu atau batang pohon.

Banjarmasin akrab dengan sebutan “Kota Seribu Sungai” yang membuat jukung menjadi sangat cocok untuk kehidupan sehari-hari warga lokal kala itu. Saat ini, lomba dayung tak hanya diikuti oleh warga lokal saja, tetapi sudah meluas ke peserta dari berbagai provinsi tetangga.

Pada 2019, Festival Jukung sempat digelar meriah dengan melibatkan 480 atlet. Cara menentukan pemenangnya dilakukan dengan melihat siapa yang lebih cepat sampai di garis akhir. Salah satu syarat utama untuk bisa ikut menjadi peserta lomba adalah harus bisa berenang.

Tak sekadar lomba untuk perayaan HUT RI, lomba dayung itu juga menjadi kesempatan bagi pemerintah setempat mencari bibit pendayung untuk atket profesional.

Ragil UtamiTidak ada yang baru di bawah matahari. Semuanya sudah dilakukan sebelumnya.

Posting Komentar untuk "Tradisi Sambut HUT RI di Banjarmasin, Lomba Dayung Perahu Naga"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *