Sering Menguap Belum Mesti Karena Mengantuk, Bisa Jadi Gejala Depresi

Sering Menguap Belum Mesti Karena Mengantuk, Bisa Jadi Gejala Depresi

Biasanya ketika Anda mengantuk serta lelah setelah seharian beraktivitas, respons yang diberikan oleh tubuh adalah dengan menguap. Menguap menjadi pertanda bahwa tubuh Anda sudah membutuhkan istirahat. Namun, Anda tentu pernah mengalami menguap padahal Anda tidak mengantuk dan baru saja memulai aktivitas. Ternyata, penyebab Anda sering menguap adalah adanya masalah kesehatan yang Anda alami dan harus Anda waspadai.

Berikut ini adalah beberapa penyebab Anda menguap secara berlebihan dari berbagai sumber efek samping:

Menguap terlalu sering bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea, narkolepsi, dan insomnia. Seperti yang dijelaskan oleh National Institutes of Health bahwa kesulitan tidur yang Anda alami dapat berdampak pada aktivitas Anda saat siang hari dan bisa menyebabkan Anda sering menguap.

Jika Anda sering menguap bisa jadi Anda memiliki masalah liver dan untuk mencegah hal-hal yang buruk terjadi, sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter.

Sering menguap juga bisa menjadi tanda bahwa terdapat masalah di bagian jantung Anda. Terutama, saat Anda sedang menguap kemudian diikuti dengan rasa sakit di dada, pusing, mual, hingga sesak napas.

Saat Anda mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu biasanya akan menyebabkan rasa lelah dan kantuk bagi tubuh. Hal ini menjadi penyebab Anda menjadi sering menguap.

Kecemasan dan depresi merupakan masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental Anda dan keduanya bisa membuat Anda menjadi sering menguap. Jika Anda merasa sering menguap karena merasa cemas dan depresi, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan informasi mengenai langkah-langkah medis yang bisa Anda lakukan.

Ragil UtamiTidak ada yang baru di bawah matahari. Semuanya sudah dilakukan sebelumnya.

Posting Komentar untuk "Sering Menguap Belum Mesti Karena Mengantuk, Bisa Jadi Gejala Depresi"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *